Malang – Rabu, 7 Januari 2026, Saung Kanak Nusantara menggelar pameran buku bertajuk “Dari Buku ke Dunia: Merawat dan Melestarikan Cerita Anak Indonesia”. Agenda ini merupakan giat pertama Saung Kanak Nusantara pada tahun 2026. Diselenggarakan di gedung B lantai 7 Unisma, pameran ini menyasar tak hanya mahasiswa, tetapi juga siswa SD/MI hingga SMA/SMK sederajat dan para dosen yang hadir sebagai peserta dalam agenda “Kereta Sastra” yang diinisiasi PBSI Unisma. Kereta Sastra sendiri merupakan agenda yang digelar oleh mahasiswa PBSI Unisma sebagai wujud apresiasi dan performansi sastra.
Dalam acara ini, 100 judul buku koleksi Saung Kanak Nusantara dipamerkan dan dapat dibaca gratis oleh para pengunjung yang hadir. Para pengunjung antusias menyambut agenda ini. Bahkan, Celtic, siswa kelas 1 SD yang turut menjadi pengunjung dalam agenda ini berhasil membaca 21 buku dalam 4 jam.
Rizka Amaliah, founder Saung Kanak Nusantara mengaku gembira melihat antusiasme pengunjung. Ia menjelaskan satu per satu buku koleksi Saung Kanak Nusantara, mulai dari buku karya anggota komunitas, buku Sibi Kemendikdasmen, Balai Bahasa Jawa Timur, hingga buku karya Kak Happy Rose (anggota Saung Kanak Nusantara) yang lolos kurasi Bratislava Slovakia. Para pengunjung tampak serius mendengar penjelasan ini.
“Terima kasih banyak untuk Bu Ari Ambarwati dan PBSI Unisma! Berkat kesempatan kolaborasi yang diberikan kepada Saung Kanak Nusantara, kami bisa memperkenalkan buku-buku karya anggota komunitas kami, Sibi Kemendikdasmen, Balai Bahasa Jawa Timur, dan buku-buku lain dari berbagai penerbit yang menjadi koleksi komunitas. Semoga, kolaborasi baik serupa akan terus digelar ke depannya,” tutur Rizka.
Selain Saung Kanak Nusantara, Komunitas Sabtu Membaca juga turut memamerkan koleksi bukunya yang beragam. Berbeda dengan Saung Kanak Nusantara yang berfokus pada koleksi buku anak, Komunitas Sabtu Membaca yang dinakhodai Mas Pendek lebih banyak men-display buku-buku sastra untuk dewasa.
Agenda yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini rampung pada pukul 12.30 WIB. Pada saat sesi “Kereta Sastra” berakhir, para pengunjung masih mendatangi lapak pameran untuk menelisik buku-buku yang menarik untuk dibaca.
