Mendadak Lupa
(Cerpen Spesial Ramadan)
Oleh: Kaam Aleia
Kak Kaam adalah penulis cerita di dua platform digital bidang kepenulisan. Tinggal di kota Malang, Kak Kaam cukup produktif menghasilkan karya melalui platform digital. Naskah novel dewasa pertamanya yang tuntas ditulis berjudul “Naro” bisa dibaca di Joylada Indonesia. Cerita-cerita anak dari Kak Kaam akan dimuat di web ini secara berkala.
“Oo’! Oo’! Irin memanggil-manggil nama Oo’ tepat di depan pintu rumahnya.
Setelah beberapa kali memanggil nama kawan sekelasnya itu, seseorang membukakan pintu.
” Eh! Irin! Cari Oo’? Tadi katanya mau ke rumahmu.” Mas Subhan menjelaskan.
“Lho! Salipan berarti? Tapi kok aku nggak ketemu di jalan?”
“Mungkin mampir ke tokonya Mbak Muna dulu. Katanya mau beli pensil.”
“Oh! Ya udah! Kalau gitu Irin pulang dulu, deh!”
“Sip!”
Benar saja! Setelah sampai di depan rumah, Oo’ sudah nyengir sambil memamerkan buku gambar yang dibelinya dari toko Mbak Muna.
“Tadi kok kita nggak ketemu ya?” tanya Irin.
“Ketemu di mana?”
“Di jalan! Aku habis dari rumahmu, lho!”
“Oh, ya?”
Irin mengangguk. Mereka berdua sudah membuat janji akan belajar melukis bersama karena Irin punya cat air baru. Ada 48 warna cat air yang bisa mereka gunakan. Produk super lengkap itu adalah hadiah dari paman Irin yang tinggal di Taiwan.
Kedua anak itu segera masuk ke dalam rumah. Tempat tinggal Irin berbeda dengan orang kebanyakan. Di bagian depan, ada toko kelontong super besar yang dipenuhi kardus-kardus makanan ringan, minuman, sabun, dan aneka detergen. Orang-orang yang akan membeli sesuatu sampai harus berdesakan. Namun, meski terlihat sempit karena dipenuhi barang, toko Irin tetap laris manis.
Untuk masuk ke dalam rumah Irin, Oo’ harus melewati pintu samping. Ada lorong kecil sepanjang 7 hingga 10 meter yang hanya cukup dilewati dua orang atau satu motor saja. Di ujung lorong, ada sebuah pagar dan halaman kecil yang dipaving. Rumah itu besar dan bertingkat.
Irin mengajak Oo’ ke ruang tengah. Di sana ada Ko Aliong yang sedang menonton TV.
“Mau belajar bersama?”
“Ya! Mau melukis, Ko!”
“Ya udah! Koko matiin TV-nya ya biar fokus.”
“Siap, Ko!” jawab kedua bocah itu serentak.
Irin mengeluarkan dua meja lipat miliknya. Pensil 2b, krayon, cat air, dan wadah untuk mencampur cat ditata rapi di sisi meja.
“Kamu mau nggambar apa?” tanya Irin.
“Aku kan nggak pinter nggambar. Jadi, mau ngeblat ini!” Oo’ menunjukkan sketsa Mickey Mouse yang sedang memegang senampan buah.
“Sip! Bagus tu gambarnya! Lihat dong!”
“Tadi minta tolong print-kan ibu. Hehehe..!”
“Aku mau lukis pemandangan aja kalau gitu!”
Mereka pun mulai menggoreskan pensil dan kuas di atas buku gambar. Keduanya begitu serius. Sampai akhirnya, Mama Irin memanggil.
“Irin! Oo’! Ayo istirahat! Makan dulu! Ada ayam saus inggris.”
Irin dan Oo’ bertatapan. Itu menu kesukaan mereka. Memang, setiap kali Oo’ bermain ke rumah Irin, Mamanya akan menyediakan menu menarik untuk disantap. Mama Irin paling suka memasak. Apalagi kalau masakannya dihabiskan.
Tanpa banyak berpikir, Irin dan Oo’ berhambur ke meja makan. Mereka mengambil nasi dan ayam yang sudah disiapkan. Ada juga sayur capjay dan mi.
Irin dan Oo’ makan dengan lahap. Setelah menghabiskan sepiring nasi, Ko Aliong datang ke meja makan. Saat itu, Oo’ tengah menenggak segelas air mineral.
“Lho! Oo’ nggak puasa, ya?”
Gadis kecil yang rambutnya dikepang itu langsung tersedak. Air di mulutnya menyembur bebas ke muka Irin.
“Aduh! Maaf, Rin! Aku kaget! Ya ampun, Ko! Oo’ lupa kalau lagi puasa.”
Bukannya marah, Irin malah tertawa terbahak-bahak.
“Bisa-bisanya aku dan Mama juga lupa kalau kamu puasa, ya? Terus? Gimana, dong?”
“Ng… Tapi, nggak papa kok. Kalau lupa, boleh lanjut puasanya.”
“Serius?”
Oo’ mengangguk.
“Wah! Beruntung kamu, O’. Malah jadi kenyang! Untung udah minum juga. Kalau nggak bisa nyangkut tu sisa makanan!” Ko Aliong menggoda Oo’.
Oo’ dan Irin sontak tertawa bersama.

sangat bagus
Terima kasih! Semoga bisa bermanfaat da menginspirasi!
Sangat bagusa!
Saking semangatnya sampai typo ya, Kak..? Hehehe.. Terima kasih!
Sangatt baguss
Terima kasih.. Semoga bisa menghibur dan bermanfaat!